Polri  

Polsek Babat Aktif Monitoring Ketahanan Pangan dan Program P2B di Desa Gendongkulon

admin
Img 20250912 wa0060

DELIKJATIM86.Com/LAMONGAN – Dalam rangka memastikan stabilitas pasokan pangan dan mendukung kemandirian masyarakat, Polsek Babat, Polres Lamongan, secara aktif melaksanakan monitoring ketahanan pangan dan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Desa Gendongkulon.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 12 September 2025, dan merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan Kepolisian dalam mendukung program pemerintah daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah Lamongan.

Kegiatan monitoring ini dimulai tepat pukul 09.30 WIB, dengan fokus pada lahan-lahan produktif milik warga di Desa Gendongkulon yang telah mengimplementasikan konsep Pekarangan Pangan Bergizi.

Lokasi spesifik yang menjadi sasaran adalah area pekarangan yang dimanfaatkan untuk pertanian, menunjukkan potensi besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.

Dalam kesempatan ini, jenis ketahanan pangan yang menjadi perhatian utama adalah budidaya jagung. Pemilihan jagung sebagai komoditas utama bukan tanpa alasan, mengingat jagung merupakan salah satu tanaman pangan strategis yang memiliki nilai ekonomis dan nutrisi tinggi, serta relatif mudah dibudidayakan oleh masyarakat. Polsek Babat melihat potensi besar dari pemanfaatan lahan pekarangan untuk komoditas ini sebagai langkah konkret dalam menjaga ketersediaan pangan lokal.

Tim monitoring dari Polsek Babat yang hadir dalam kegiatan ini meliputi Aipda Mukhit, Aipda Agus, dan Bripka Dwi. Mereka tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para petani dan warga Desa Gendongkulon.

Diskusi interaktif terjalin mengenai praktik budidaya, tantangan yang dihadapi, serta potensi pengembangan lebih lanjut dari program P2B ini. Kehadiran personel kepolisian ini memberikan motivasi dan dukungan moral bagi masyarakat untuk terus mengoptimalkan lahan pekarangan mereka.

Kapolsek Babat, KOMPOL Chakim Amrullah, S.H, M.H, melalui laporan tertulisnya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dan menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan monitoring berjalan dengan aman, terkendali, dan tertib. Beliau menekankan pentingnya sinergi yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat dalam membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan.

“Program P2B ini adalah wujud nyata kemandirian pangan dari tingkat keluarga. Kami berharap, dengan monitoring dan pendampingan yang berkelanjutan, program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kompol Chakim Amrullah.

(ZM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *