DELIKJATIM86.Com/LAMONGAN – Polsek Laren mengambil langkah proaktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengkombinasikan kegiatan Patroli Kota Presisi (PKP) dengan edukasi langsung kepada masyarakat. Inisiatif ini dilaksanakan pada Selasa, 19 Agustus 2025, dengan fokus pada kawasan hutan jati di lahan perhutani Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren, yang merupakan wilayah rawan Karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, petugas patroli yang terdiri dari Aiptu Hamid dan Bripda Mirza, tidak hanya melakukan pemantauan dan pengawasan di sekitar kawasan hutan, tetapi juga berinteraksi dengan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Mereka memberikan penjelasan tentang bahaya Karhutla, dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan, serta cara-cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Petugas juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti membakar sampah di dekat hutan, membuang puntung rokok sembarangan, atau membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, petugas juga memberikan informasi mengenai sanksi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Kapolsek Laren, Iptu Witono Hariadi S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya preventif yang efektif dalam mencegah Karhutla, karena melibatkan peran serta aktif dari masyarakat. “Kami percaya bahwa dengan memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla, mereka akan lebih peduli dan berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar kawasan hutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iptu Witono Hariadi S.H. menambahkan bahwa Polsek Laren juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan relawan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan Karhutla. “Kami berharap dengan adanya kerjasama yang baik antara semua pihak, kita dapat mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kecamatan Laren,” pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polres Lamongan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya bencana alam, dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan partisipatif.
(ZM)












