TERBONGKAR! Mafia Tanah Mengguncang Desa Glindah, Gresik||Kepala Desa dan Aparatur Terlibat Penggelapan Lahan Petani

admin
Img 20250808 wa0205

DELIKJATIM86.COM//GRESIK, 9 Agustus 2025 — Skandal berat dan memalukan kembali menyeruak di Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Dugaan praktik mafia tanah yang dilakukan oleh oknum aparatur desa bersama pihak swasta diduga merampas lahan warisan milik seorang petani, Muanah, yang belum lunas pembayaran, dan mengubahnya menjadi lahan komersial siap jual.

Kasus ini bermula saat Kepala Desa Sutri diduga merampas dokumen kepemilikan asli Petok D milik Muanah. Ironisnya, penguasaan tanah ini terjadi padahal pembayaran penuh belum dilakukan. Pj. Kepala Dusun Polo Molladi diduga menjadi eksekutor intimidasi terhadap Muanah dan keluarga, didukung oleh Bambang dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sementara, Syaiful berperan sebagai perantara yang menghubungkan semua aktor dalam praktik penggelapan jabatan tersebut.

Yang semakin parah, Agus, seorang pemborong sekaligus pemilik proyek, diduga sebagai otak di balik konspirasi mafia tanah ini. Lahan petani yang mestinya menjadi sumber penghidupan kini telah dibagi menjadi 12 kavling dan dua rumah permanen telah berdiri. Salah satu kavling bahkan disebut telah terjual kepada warga dari Surabaya, meskipun pembayaran belum sepenuhnya lunas.

Saipul, marketing proyek yang tak segan mengakui penjualan lahan yang belum lunas, mengatakan,

“Memang belum lunas, tapi sudah mulai dijual.”

Muanah yang merasa sangat dirugikan kini menyerahkan kasusnya kepada kuasa hukum Djaka Hikmatul Aulia dan Irawan guna menuntut keadilan dan menghentikan segala bentuk penindasan.

Kuasa hukum Gus Aulia menegaskan,
“Tanah rakyat bukanlah barang dagangan sesuka hati, apalagi dilakukan oleh mereka yang seharusnya menjaga amanah. Ini pelanggaran hukum agraria yang harus ditindak tegas.”

Publik kini menuntut Aparat Penegak Hukum untuk segera mengambil tindakan tegas mengusut tuntas kasus ini dan membawa semua pelaku ke pengadilan demi keadilan bagi petani dan masyarakat Desa Glindah.

Hingga berita ini disusun, pihak yang dituding terlibat belum memberikan respons meski telah diupayakan mediasi.

 

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *